1. LEGENDA DAN SEJARAH DESA, DESA LEBENG
KECAMATAN SUMPIUH KAB. BANYUMAS
a. LEGENDA DESA
Menurut sejarah dan cerita orang tua, Desa Lebeng berasal dari kata
Kembeng, Adapun jalan ceritanya demikian:
Pada waktu itu, ada orang pendatang baru yang
bernama Naya Genggong yang berasal dari abdi Kerjaan Majapahit. Naya Genggong
itu sedang di cari oleh Sunan Bonang asal dari Kerajaan Demak.
Maksud dan tujuan Sunan Bonang mencari Naya Genggong supaya kembali ke
Kerajaan Majapahit atas permintaan Sang Raja. Karena Raja Majapahit di tunjukan
oleh Sunan Bonang supaya masuk Agama Islam.
Raja Majapahit bersedia asal Sunan Bonang bisa mengembalikan abdinya
yang bernama Naya Genggong. Setelah Naya Genggong di temukan oleh Sunan Bonang,
tiba-tiba Naya Genggong melarikan diri tanpa sepengetahuan Sunan Bonang
sehingga Sunan Bonang merasa bingung (Kembeng) akhirnya Sunan Bonang mengatakan
besok akhir akan ada kemakmuran jaman Desa ini saya namakan Desa Lebeng.
Desa Lebeng sebelah utara berbatasan dengan Desa Ketanda dan di perbatasan
itu ada jalan yang bernama jalan Diponegora, karena pada jaman Pangeran
Diponegoro Tahun 1825-1830 disitu ada kuburan Prajurit Diponegoro yang gugur
yang berbentuk panjang, akhirnya oleh orang-orang disebut kuburan dawa
2. Sejarah
Pembangunan Desa
Sejak jaman penjajahan Belanda dalam sejarah Desa Lebeng sudah ada
kepemimpinan di Desa yaitu Lurah. Dalam kurun waktu tahun 1920 an sampai dengan
tahun 1945 tercatat beberapa nama Lurah diantaranya yang di kenal adalah Lurah
Jadiwirya dan Lurah Atmobroto.
Pemerintah Desa Lebeng pada beberapa saat setelah babat Desa ,sekitar
Tahun 1940 an, informasi yang berhasil di gali dari berbagai sumber, bahwa Desa
Lebeng pada saat itu juga sempat menjadi basis perjuangan melawan penjajah
bahkan juga pada saat perang paska kemerdekaan. Pada saat di mulainya
Perjuangan tersebut, Desa Lebeng juga sudah di pimpin oleh Kepala Desa.
Kabarnya sebelum Kemerdekaan Desa Lebeng sempat si pimpin oleh 2 Kepala Desa
secara beturut-turut. Masing-masing :
a.
Kades Jadiwirya (Tahun 1920 s/d Tahun 1939)
b.
Kades Atmobroto sampai dengan setelah merdeka yaitu tahun 1968 dan
Adapun paska Kemerdekaan hingga kini, Desa Lebeng sudah bergantu-ganti
Kepemimpinan antara lain:
a.
Kades Muhson Masruri ( Tahun 1968 s/d1987 )
b.
Kades Yatin ( Tahun 1989 s/d Tahun 1997 ).
c.
Kades Amad Faizin,A.Md selama 2 periode ( Tahun 1998 s/d 2006 dan
2007 s/d 2013 )
d.
Kades Tugiyo periode I ( Tahun 2013 s/d 2019)
Pada saat kepemimpinan Mukhson Masruri mulai di bangunan perbaikan dan
pelebaran jalan. Selain itu juga di bangun Gedung SD Negeri ( Tahun 1971), MI (
Tahun 1975 ), Kantor Desa ( Tahun 1978 ), jembatan kali depan pak Darnuji (
tahun 1981 ), jembatan kali Kembang ( Tahun 1984 ) yang permanen.
Pada masa Pemerintahan Yatin yaitu di bangun rehab kantor Desa ( Tahun
1993, jembatan Gotong Royong ( Tahun 1994 ), jembatan jalan poros ( Tahun 1996
), jembatan RT 02/01 dan sejumlah bangunan lain termasuk pembangunan sejumlah
jalan desa menuju berbagai wilayah yang masih agak terisolir karena akses jalan
kurang baik.
Pada masa Pemerintahan Amad Faizin A.Md. ( periode pertama Tahun 1998
s/d Tahun 2006 ) di lakukan pengaspalan jalan poros ( Tahun 2001 ), pengaspalan
jalan RT 02 RW 02, pengaspalan jalan RT 01/02, Pengaspalan jalan RT 05 S/D RT
06 RW 01, Dan pengaspalan jalan dari rt 04 s/d rt 06 RW 02 ( Tahun 2002 ),
pengaspalan jalan RT 01 s/d RT 03 RW 01, Pengaspalan jalan Gotong Royong,
betonisasi jalan Gotong Royong s/d Grumbul Tempel 2 tahap ( Tahun 2006 dan 2007
), betonisasi jalan lingkungan RT 09/01, rehab sejumlah jembatan, rehab TK Pertiwi, betonisasi sejumlah jalan RT dan RW,
Normalisasi Sungai Srengseng, Rehab Kantor dan Balai Desa serta masih banyak
pembangunan fisik lainya baik yang di biayai oleh dana APBDes, DPDK, PPK
Swadaya Masyarakat, Inbub, PNPM-MD maupun ADD.
Dalam kurun 25 tahun terakhir,
Pemerintahan Desa Lebeng sudah banyak menampakan peningkatan pembangunan fisik
yang cukup baik dan boleh dikatakan kondisi Desa sudah cukup mapan dengan
kondisi antara lain:
a. Banyaknya akses jalan permanent, baik
aspal maupun beton.
b. Pembagian Rukun Warga (RW ) yang mapan
c. Pembangunan tempat pendidikan baik SR
yang kemudian menjadi SD ( 1
buah ) TK ( 2 Buah ) dan MI ( 1 buah )
d. Masuknya jaringan listrik ke Desa.
e. Masuknya jaringan telepon ke Desa.
f.
Lancarnya program pembangunan PPK Dan PNPM.
g. Di bidang keagamaan dibangunya sarana
ibadah yang lebih baik sedikitnya
ada 4 Masjid, hampir di setiap RT ada
Mushola.
h. Program pendidikan kejar paket A dan
keaksaraan fungsional.
i. Penataan
kelembagaan Desa.
j.
Di bidang perhubungan hampir sebagian ruas jalan telah mengalami
perubahan dengan dikeraskan dan telah
dilaksanakan pengaspalan.
k. Pembangunan jembatan antar wilayah
RT,RW dan dusun telah dilak
sanakan.
l.
Pembangunan saluran air.
m. Dalam bidang pendidikan telah mengalami
perubahan yang jelas karena
adanya kejar paket B, hal ini untuk
mengentaskan masyarakat dari
bebas 3 buta.
n. Menguatkan kapasitas desa dan lembaga
lembaga Desa.
o. Menyadarkan Warga akan pentingnya PBB.
P. Dan masih banyak lagi pembangunan di
bidang lain yang sangat di
Rasakan oleh Masyarakat Desa Lebeng.
Demikian sejarah pembangunan Desa
Lebeng dalam 25 tahun terakhir
Sampai tahun 2007 dan dengan PDPP ini
diharapkan menghasilkan RPJMDes yang akan mendorong pembangunan secara maksimal
khususnya bagi Desa Lebeng.
3. Demografi.
a. Letak dan Luas Desa.
Secara administrative Desa
Lebeng termasuk dalam wilayah Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas,terletak di
sebelah barsat Kecamatan Tambak dan berada di daerah selatan Kabupaten
Banyumas. Dari Ibukota Kecamatan Sumpiuh Desa Lebeng berjarak sekitar 3 km ,
yang dapat di tempuh dengan angkutan umum dalam 8 menit, dan terbilang sangat
strategis karena terletak di jalan utama Purwokerto – Jogjakarta. Sedangkan
Desa Lebeng dari pusat Kabupaten Banyumas berjarak 40 km waktu tempuh menuju
Ibu Kota Kabupaten sekitar 1 jam, baik menggunakan kendaraan umum maupun kendaraan
pribadi.
Desa Lebeng terdiri atas 2
dusun yaitu Dusun I dan Dusun II Luas wilayah Desa Lebeng adalah 228.656 Ha,
dengan batas-batas Desa sebagai berikut :
1) Sebelah Utara berbatasan dengan Desa
Ketanda.
2) Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa
Pandak dan Kelurahan
Kebokura
3) Sebelah Barat berbatasan dengan Desa
Kedungpring Kecamatan
Kemranjen
4) Sebelah Timur berbatasan dengan Desa
Selanegara.
Luas wilayah Desa Lebeng adalah 228.656
Ha, yang terdiri dari :
1) Luas tanah darat 100.201 Ha
2) Luas tanah sawah 128.455 Ha
Wilayah Desa Lebeng terdiri atas 2 ( dua )
Dusun yaitu :
1) Dusun I
terdiri dari 9 RT dan 1 RW
2) D usun II terdiiri dari 6 RT dan I RW
b. Topografi dan jenis tanah
Desa
Lebeng memiliki konfigurasi berupa dataran dengan ketinggian
Antara
30-150 m di atas permukaan Laut (dpl ), sehingga tergolong dataran rendah dan
sebagian pada dataran tinggi. Suhu pada Desa Lebeng masih dalam batas normal.
Di Desa Lebeng sebagian tanahnya sdalah berupa tanah andisol kendati juga
daerah sawahnya juga cukup baik.
c. Iklim
Iklim suatu
daerah sangat berpengaruh dalam kehidupan utamanya untuk pertumbuhan tanaman
dan kelangsungan hidup binatang ternak maupun binatang yang masdih liar.
Bersamaan dengan iklim di suatu tempat makhluk hidup ( manusia tumbuhan dan
binatang ) akan saling berinteraksi yang dalam kurun waktu tertentu akan
menentukan kondisi di suatu wilayah. Curah jujan adalah rata-rata 2000 mm
dengan nilai nol adalah 71.4 persen