Menu / Subemenu 02 Dec 2024 4 Dilihat

SEJARAH DESA

Website Resmi Desa Lebeng

1.  LEGENDA DAN SEJARAH DESA, DESA LEBENG KECAMATAN SUMPIUH KAB. BANYUMAS

 

a.  LEGENDA DESA

Menurut sejarah dan cerita orang tua, Desa Lebeng berasal dari kata Kembeng, Adapun jalan ceritanya demikian:

 Pada waktu itu, ada orang pendatang baru yang bernama Naya Genggong yang berasal dari abdi Kerjaan Majapahit. Naya Genggong itu sedang di cari oleh Sunan Bonang asal dari Kerajaan Demak.

Maksud dan tujuan Sunan Bonang mencari Naya Genggong supaya kembali ke Kerajaan Majapahit atas permintaan Sang Raja. Karena Raja Majapahit di tunjukan oleh Sunan Bonang supaya masuk Agama Islam.

Raja Majapahit bersedia asal Sunan Bonang bisa mengembalikan abdinya yang bernama Naya Genggong. Setelah Naya Genggong di temukan oleh Sunan Bonang, tiba-tiba Naya Genggong melarikan diri tanpa sepengetahuan Sunan Bonang sehingga Sunan Bonang merasa bingung (Kembeng) akhirnya Sunan Bonang mengatakan besok akhir akan ada kemakmuran jaman Desa ini saya namakan Desa Lebeng.

Desa Lebeng sebelah utara berbatasan dengan Desa Ketanda dan di perbatasan itu ada jalan yang bernama jalan Diponegora, karena pada jaman Pangeran Diponegoro Tahun 1825-1830 disitu ada kuburan Prajurit Diponegoro yang gugur yang berbentuk panjang, akhirnya oleh orang-orang disebut kuburan dawa

 

2. Sejarah Pembangunan Desa   

Sejak jaman penjajahan Belanda dalam sejarah Desa Lebeng sudah ada kepemimpinan di Desa yaitu Lurah. Dalam kurun waktu tahun 1920 an sampai dengan tahun 1945 tercatat beberapa nama Lurah diantaranya yang di kenal adalah Lurah Jadiwirya dan Lurah Atmobroto.

Pemerintah Desa Lebeng pada beberapa saat setelah babat Desa ,sekitar Tahun 1940 an, informasi yang berhasil di gali dari berbagai sumber, bahwa Desa Lebeng pada saat itu juga sempat menjadi basis perjuangan melawan penjajah bahkan juga pada saat perang paska kemerdekaan. Pada saat di mulainya Perjuangan tersebut, Desa Lebeng juga sudah di pimpin oleh Kepala Desa. Kabarnya sebelum Kemerdekaan Desa Lebeng sempat si pimpin oleh 2 Kepala Desa secara beturut-turut. Masing-masing :

    a. Kades Jadiwirya (Tahun 1920 s/d Tahun 1939)

    b. Kades Atmobroto sampai dengan setelah merdeka yaitu tahun 1968 dan

               Adapun paska Kemerdekaan hingga kini, Desa Lebeng sudah bergantu-ganti Kepemimpinan antara lain:

    a. Kades Muhson Masruri ( Tahun 1968 s/d1987 )

    b. Kades Yatin ( Tahun 1989 s/d Tahun 1997 ).

    c. Kades Amad Faizin,A.Md selama 2 periode ( Tahun 1998 s/d 2006 dan

        2007 s/d 2013 )

    d. Kades Tugiyo periode I ( Tahun 2013 s/d 2019)

               Pada saat kepemimpinan Mukhson Masruri mulai di bangunan perbaikan dan pelebaran jalan. Selain itu juga di bangun Gedung SD Negeri ( Tahun 1971), MI ( Tahun 1975 ), Kantor Desa ( Tahun 1978 ), jembatan kali depan pak Darnuji ( tahun 1981 ), jembatan kali Kembang ( Tahun 1984 ) yang permanen.

              Pada masa Pemerintahan Yatin yaitu di bangun rehab kantor Desa ( Tahun 1993, jembatan Gotong Royong ( Tahun 1994 ), jembatan jalan poros ( Tahun 1996 ), jembatan RT 02/01 dan sejumlah bangunan lain termasuk pembangunan sejumlah jalan desa menuju berbagai wilayah yang masih agak terisolir karena akses jalan kurang baik.

             Pada masa Pemerintahan Amad Faizin A.Md. ( periode pertama Tahun 1998 s/d Tahun 2006 ) di lakukan pengaspalan jalan poros ( Tahun 2001 ), pengaspalan jalan RT 02 RW 02, pengaspalan jalan RT 01/02, Pengaspalan jalan RT 05 S/D RT 06 RW 01, Dan pengaspalan jalan dari rt 04 s/d rt 06 RW 02 ( Tahun 2002 ), pengaspalan jalan RT 01 s/d RT 03 RW 01, Pengaspalan jalan Gotong Royong, betonisasi jalan Gotong Royong s/d Grumbul Tempel 2 tahap ( Tahun 2006 dan 2007 ), betonisasi jalan lingkungan RT 09/01, rehab sejumlah jembatan, rehab TK  Pertiwi, betonisasi sejumlah jalan RT dan RW, Normalisasi Sungai Srengseng, Rehab Kantor dan Balai Desa serta masih banyak pembangunan fisik lainya baik yang di biayai oleh dana APBDes, DPDK, PPK Swadaya Masyarakat, Inbub, PNPM-MD maupun ADD.

              Dalam kurun 25 tahun terakhir, Pemerintahan Desa Lebeng sudah banyak menampakan peningkatan pembangunan fisik yang cukup baik dan boleh dikatakan kondisi Desa sudah cukup mapan dengan kondisi antara lain:

    a. Banyaknya akses jalan permanent, baik aspal maupun beton.

    b. Pembagian Rukun Warga (RW ) yang mapan

     c. Pembangunan tempat pendidikan baik SR yang kemudian menjadi SD ( 1                          

        buah ) TK ( 2 Buah ) dan MI ( 1 buah )

     d. Masuknya jaringan listrik ke Desa.

     e. Masuknya jaringan telepon ke Desa.

     f.  Lancarnya program pembangunan PPK Dan PNPM.

     g. Di bidang keagamaan dibangunya sarana ibadah yang lebih baik sedikitnya

         ada 4 Masjid, hampir di setiap RT ada Mushola.

     h. Program pendidikan kejar paket A dan keaksaraan fungsional.

     i.  Penataan kelembagaan Desa.

     j.  Di bidang perhubungan hampir sebagian ruas jalan telah mengalami

         perubahan dengan dikeraskan dan telah dilaksanakan pengaspalan.

     k. Pembangunan jembatan antar wilayah RT,RW dan dusun telah dilak

         sanakan.

     l.  Pembangunan saluran air.

     m. Dalam bidang pendidikan telah mengalami perubahan yang jelas karena

         adanya kejar paket B, hal ini untuk mengentaskan masyarakat dari

         bebas 3 buta.

     n. Menguatkan kapasitas desa dan lembaga lembaga Desa.

     o. Menyadarkan Warga akan pentingnya PBB.

     P. Dan masih banyak lagi pembangunan di bidang lain yang sangat di

         Rasakan oleh Masyarakat Desa Lebeng.

              Demikian sejarah pembangunan Desa Lebeng dalam 25 tahun terakhir

    Sampai tahun 2007 dan dengan PDPP ini diharapkan menghasilkan RPJMDes yang akan mendorong pembangunan secara maksimal khususnya bagi Desa Lebeng.

 

3. Demografi.

    a. Letak dan Luas Desa.

               Secara administrative Desa Lebeng termasuk dalam wilayah Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas,terletak di sebelah barsat Kecamatan Tambak dan berada di daerah selatan Kabupaten Banyumas. Dari Ibukota Kecamatan Sumpiuh Desa Lebeng berjarak sekitar 3 km , yang dapat di tempuh dengan angkutan umum dalam 8 menit, dan terbilang sangat strategis karena terletak di jalan utama Purwokerto – Jogjakarta. Sedangkan Desa Lebeng dari pusat Kabupaten Banyumas berjarak 40 km waktu tempuh menuju Ibu Kota Kabupaten sekitar 1 jam, baik menggunakan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi.

                Desa Lebeng terdiri atas 2 dusun yaitu Dusun I dan Dusun II Luas wilayah Desa Lebeng adalah 228.656 Ha, dengan batas-batas Desa sebagai berikut :

 

    1) Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Ketanda.

    2) Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Pandak dan Kelurahan

        Kebokura

    3) Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Kedungpring Kecamatan

        Kemranjen

    4) Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Selanegara.

        Luas wilayah Desa Lebeng adalah 228.656 Ha, yang terdiri dari :

        1) Luas tanah darat 100.201 Ha

        2) Luas tanah sawah 128.455 Ha

 

    Wilayah Desa Lebeng terdiri atas 2 ( dua ) Dusun yaitu :

    1) Dusun I  terdiri dari 9 RT  dan 1 RW

    2) D usun II terdiiri dari 6 RT dan  I RW

 

    b. Topografi dan jenis tanah

         Desa  Lebeng  memiliki  konfigurasi berupa dataran dengan ketinggian 

        Antara 30-150 m di atas permukaan Laut (dpl ), sehingga tergolong dataran rendah dan sebagian pada dataran tinggi. Suhu pada Desa Lebeng masih dalam batas normal. Di Desa Lebeng sebagian tanahnya sdalah berupa tanah andisol kendati juga daerah sawahnya juga cukup baik.

 

    c. Iklim

        Iklim suatu daerah sangat berpengaruh dalam kehidupan utamanya untuk pertumbuhan tanaman dan kelangsungan hidup binatang ternak maupun binatang yang masdih liar. Bersamaan dengan iklim di suatu tempat makhluk hidup ( manusia tumbuhan dan binatang ) akan saling berinteraksi yang dalam kurun waktu tertentu akan menentukan kondisi di suatu wilayah. Curah jujan adalah rata-rata 2000 mm dengan nilai nol adalah 71.4 persen

 

Tulis Komentar